Indonesiabest destinations : Mission Un-Impossible: Search, Uncovering Together With Purpose God’s Gift.

<a href="http://mataram.info/things-to-do-in-bali/visitindonesia-banda-marine-life-the-paradise-of-diving-topographic-point-inward-fundamental-maluku/">Indonesia</a>best destinations : Mission Un-Impossible: Search, Uncovering Together With Purpose God's Gift.

Orang tua ke anaknya pasti selalu membayangkan masa depan anaknya, bahkan dari anak itu kecil. Meski anaknya baru bisa jalan, orang tua nya sudah membayangkan anaknya jadi dokter, saat bisa lari dibilang jadi atlet, saat coret coret di tembok dibilang bakat jadi seniman, dan seterusnya.

Dan kemudian, puluhan tahun berlalu, si anak sudah jadi seseorang yang berbeda full dari apa yang orang tua mereka bayangkan. Yang dulu dibilang bakat jadi seniman sekarang kerja yang sangat teknis, atau mungkin ada yang kebetulan sama dengan apa yang dibayangkan orang tuanya, tapi ini jarang.

Saat kita lulus sekolah dan mengambil jurusan kuliah, kebanyakan berpikir satu hal, jurusan apa yang kerjanya gampang, jurusan apa yang mengakomodir kita untuk daat penghasilan, hidup layak. Dan titik, seringkali minat dikesampingkan dengan alasan itu.

Hasilnya, banyak yang pada akhirnya kerja di surface area yang benar benar berbeda dari kuliah mereka, mereka yang awalnya kerja sesuai jurusan lalu merasa passionnya tidak disitu dan banting setir.

Ada juga yang secara tidak sadar menemukan keasikan lain, mengerjakan sesuatu, dan setelah puluhan tahun baru sadar dia punya potensi itu. Misalnya di Masterchef, ada yang sudah jadi pengacara di police draw of piece of occupation solid bagus, tapi baru sadar ia punya potensi masak yang mumpuni.

Kadang hal hal kecil yang kita anggap hobby remeh bisa jadi potensi kita sebenarnya, sering melucu bisa saja jadi stand upwards up comedian beken, suka nulis kalau tidak berani reveal tulisan ya cuma akan jadi potensi terpendam saja, masak, gambar, semuanya potensi potensi yang kalau kita sadar kita punya bakat – gift, talented – di surface area itu, bisa jadi hal yang merubah hidup kita selamanya..

Cuma saja, biasanya kita tidak punya keberanian untuk unjuk potensi itu, bahkan saat kita sadar punya bakat tertentu. Ada teman saya yang dari dulu senang menulis, tulisannya juga bagus, tapi tidak pernah dipublikasikan. Boro boro, bikin weblog saja dia tidak mau. Tulisannya cuma dilihat orang orang dekatnya, together with until straight off nosotros never know what would rate off if she reveal her writings..

Potensinya dipendam dalam dalam karena tidak berani, tidak pede, takut ditolak, semua macam ketakutan itu.. My friend, ditolak itu biasa, jatuh itu belajar, berdiri setelah jatuh itu membuat kita lebih kuat.

Kalau kita sudah tahu potensi kita, saatnya berani menggunakannya, sayang kan kalau punya potensi tapi tidak digunakan, seperti punya smart band paling canggih tapi cuma dipake sms dan telp, meski kalau pake smart band canggih orang orang masih tau kita punya karena terlihat.

Kalau potensi harus digunakan, harus berani unjuk apa yang kita punya juga. If nosotros desire big, nosotros should endeavor big, nosotros should fearfulness small. Jika jalan menuju menemukan potensi dan menggali potensi itu berliku liku? Hey, life is an adventure, you lot tin alternative the shortest slow long conduct route simply yet you’ll never know what would rate off inwards the middle of your journey.

What’s worth fighting for is yourself. Go detect it people!

@marischkaprue – showing one-half of her potential spell yet seeking for her one-half other potential.

every bit published on Divemag Republic of Indonesia periodical Vol 02 No. 022 Dec 2011


Sumber http://marischkaprudence.blogspot.com/