Indonesiabest destinations : Recess As Well As Relax

Beach in Indonesia+Spa.JPG” imageanchor=”1″ style=”margin-left: 1em; margin-right: 1em;”><a href="http://mataram.info/things-to-do-in-bali/visitindonesia-banda-marine-life-the-paradise-of-diving-topographic-point-inward-fundamental-maluku/">Indonesia</a>best destinations : Recess As Well As RelaxBeach in Indonesia+Spa.JPG” height=”640″ width=”494″ />


Kalau bepergian dengan intensitas tinggi, biasanya di ujung trip ada satu yang dicari: pijat, terapi, spa, intinya handling untuk relaksasi setelah bepergian yang pastinya menguras energi meski tidak terasa karena pikiran penuh kesenangan.

Sayapun seperti itu, setiap bepergian entah trip diving atau naik Mount, saat perjalanan badan ini rasanya tetap oke oke saja. Begitu kembali ke Djakarta langsung badan terasa remuk, meminta istirahat full dan relaksasi.

Ah, tapi bukan hanya badan saja yang perlu relaksasi kan? Minggu lalu saya dengar cerita mengenai seorang teman yang pekerja keras. Pekerjaannya menuntut ia stand upward past times dengan semua urusan kantor dari pagi hingga malam, bahkan saat tidak dikantor ia masih diberondong semua pekerjaan mulai dari e-mail hingga telepon not stop. Nah, mungkin satu satunya saat ia tidak berpikir mengenai pekerjaan adalah saat ia tidur, tapi apa yang terjadi? Ia bahkan bermimpi tentang pekerjaan, mengigau layaknya sedang bekerja, ini saya dengar dari temannya yang kebetulan sekamar saat ada effect kantornya di luar kota.

Alhasil bukannya istirahat, bangun tidur ia selalu lelah. Yah, wajar saja, bahkan saat tidurpun pekerjaan masih menempel di otaknya. Sekarang ia cukup stress dan berpikir untuk konsultasi dengan psikolog.

Tuntutan tinggal di kota besar, ataupun pekerjaan saat ini seringkali membuat kita lupa, lupa untuk istirahat, sedemikian lupanya sampai sampai tidak bisa istirahat disaat ingin istirahat. Meskipun kerja freelance, kadang kadang saat load pekerjaan bertumpuk pun saya sering merasa tidak punya waktu seharipun untuk bersantai, beristirahat.

Mungkin kita bisa memaksa badan untuk beristirahat, tapi berapa banyak dari anda yang sulit tidur karena masih terus memikirkan pekerjaan? Saya bukan psikolog jadi tidak punya rumus untuk menghalau stress pekerjaan yang bersikeras menempel di otak. Satu yang biasanya ampuh membuat pikiran ini tenang, membuat pikiran ini beristirahat. Kalau anda tanya apa, jawabannya satu: traveling, tapi dengan satu syarat: tinggalkan urusan pekerjaan anda, nikmati waktu bepergian untuk mengistirahatkan pikiran.

Go traveling, honour a perfect sunset together with grade your encephalon a relaxing spa only past times seeing it.

@marischkaprue – sunset is i of her encephalon spa

As published on Divemag Republic of Indonesia Vol. iv No. 038, May 2013.


Sumber http://marischkaprudence.blogspot.com/